script src='http://misbahudin.googlecode.com/files/daun%20gugur.js'/>
Showing posts with label eltsaqillah. Show all posts
Showing posts with label eltsaqillah. Show all posts

Wednesday, 10 August 2016

sejarah ELTSAQILLAH

ELTSAQILLAH..




      Eltsaqillah yah,merupakan sebuah komunitas sekumpulan santri di pon-pes ALHIKMAH 1 Ds.Benda Kec. Sirampog Kab. Brebes, lebih tepatnya di komplek IBM (Ibnu' Mas'ud).
      Eltsa saya jg ga tau jelas artinya,ada yg mengatakan kalo eltsaqillah itu sebuah kolaborasi kata atau singkatan ALHIKMAH SATU KITA MELANGKAH tersingkat jdi ALSAKILAH ,dr kata itulah maka kata alsakilah dirubah jadi eltsaqillah, mengapa pake kata el bukan al,yah el merupakan ciri khas santri mangkanya dirubahlah menjadi eltsaqillah dan di update lagi kilahnya jadi qillah biar agak kerenan dikit ktany,ada jg yg mengatakan kalo eltsaqillah terbentuk dr bahasa arab yg artinya saya jg kurang tau,yg jelas eltsaqillah itu perkumpulan/komunitas anak2 klas 3 pon-pes ALHIKMAH 1 comp. IBM.
      Sejauh ini eltsaqillah sudah up eltsa yg ke 9 ,dan saya sendiri merupakan anggota di eltsa yg ke 6 yaitu lulusan angkatan 2013.

Ok ini merupakan berbagai logo yg terbentuk dari tangan2 kreatif anak2 eltsa

















      Yeah mungkin cukup skian dulu tentang apa itu arti dari kata eltsaqillah,mungkin ada yg mau nambahin artinya bisa comen di tab comentar di bwh ini sekian dan trimakasih,wassalamualaikum.wr.wb.


Tuesday, 10 February 2015

Tutorial Bikin Kopi Kapal Api Rasa Jeruk Dengan Mama Lime



Tutorial Bikin Kopi Kapal Api Rasa Jeruk Dengan Mama Lime
by : imand_l4st :D 



Langkah yg pertama : 

  • Siapkan Gelas,Air panas,mama lime,& secangkir kopi kapal api 
  • lalu masukan air panas ke dalam gelas,lalu tuangkan mama lime secukupnya
  • lalu campurkan dengan kopi kapal api yg sudah di seduh
  • langkah terakhir sajikan dengan sekuntum bunga,dan surat wasiat kepada keluarga anda
  • agar mereka tahu betapa pedihnya hidup anda :D


dilarang keras mencopy/memperbanyak postingan tersebut,jika ad yg melanggar akan di kenakan sanksi suruh minum kopi rasa mama lime tersebut

sekian dari saya, saya ucapkan inna lillahi wa' inna illaihi roji'un :D

Tuesday, 4 November 2014

Kang Maman (sang notulen) - Catatan Hati Seorang Suami

Catatan Hati Seorang Suami

Dari awal sampai terakhir, kata kuncinya adalah "kita". Dari sudut pandang anak, anak tak pernah siap ayah ibunya pecah. Juga tak ada antara kita, ayah ibu anak-anak yang sejak kecil menyiapkan anaknya untuk kemungkinan terhempas karena biduk rumah tangga pecah. Sehingga anak selalu menjadi korban utama perpecahan.

Mereka, anak-anak kita tak pernah mau. Mimpinya, orangtuanya harus tetap utuh. Bapaknya, sebagaimanapun nakalnya, dia harus tetap bersamanya. Seperti satu surat elektronik dari seorang anak perempuan tentang bapaknya :

“Ku pastikan aku memang jarang bertemu ayah dibanding ibu lantaran ayah bekerja di luar rumah dan pulang ketika kami telah bersama-sama letih untuk berbicara satu sama lainnya. Tapi aku percaya, mungkin ibu yang lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi aku tahu, sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelponku..

Semasa kecil, ibuku-lah yang lebih sering menggendongku, tapi aku tahu, ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian. Walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah, dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku, ku tahu, ia kecup keningku dalam tidurku..

Saat aku demam, ayah membentak “Sudah diberitahu jangan minum es..!!”, lantas aku merenggut dan menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu. Tapi aku tahu, ayahlah yang risau dengan keadaanku; sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku..

Ketika remaja, aku meminta keluar malam, ayah dengan tegas berkata “TIDAK BOLEH..!!”, sadar, ayahku hanya ingin menjagaku karena beliau lebih tahu apa yang ada di luar. Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga..

Saat aku sudah di percaya olehnya, ayahpun melonggarkan peraturannya. Maka kadang aku melonggarkan kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temanku untuk menayakan keadaanku dimana dan sedang apa di luar..

Setelah dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi aku tahu, ayahku yang berkata “Bu, temani anakmu!! Aku akan pergi mencari nafkah untuk kita bersama”.

Disaat aku merengek memerlukan ini itu untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi tanpa menolak, beliau memenuhinya dan cuma berpikir “kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tak ada lagi tempat tuk meminjam?”.

Saat aku berjaya, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara “anakku sekarang sudah sukses”. Dalam sujudnya, ayah juga tidak kalah dengan doa ibu, cuma bedanya, ayah simpan doa itu di dalam hatinya..

Sampai ketika aku menemukan jodohku, ayahku sangat berhati-hati mengizinkannya. Dan akhirnya saat ayah melihatku duduk di atas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas aku menengok ayah sempat pergi ke belakang dan menangis, ayah menangis karena beliau sangat bahagia dan beliaupun berdoa “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik, bahagiakanlah putra-putri kecilku yang manis bersama pasangannya”..

Ku akhiri tulisanku ini dengan sebuah bait lagu :

“Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Dengan air mata di pipiku..
Ayah, dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi..”

How i'd love, love, love to dance with my father and my mother again.
yu kita bergoyan....