script src='http://misbahudin.googlecode.com/files/daun%20gugur.js'/>
Showing posts with label ptc. Show all posts
Showing posts with label ptc. Show all posts

Tuesday, 4 November 2014

Kang Maman (sang notulen) - Ayah

AYAH..


Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?


Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.



Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku? Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.


Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.'' Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.


Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

''Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah''

Anakku..

Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu ...

Nak..

Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu...
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Tuesday, 25 February 2014

darimu untukku




Foto: Lebih baik aku mati didekapanmu ,drpda hrus relain km pergi
Darimu Untuk Diriku


Dikeheningan malam ku bersenandung,
Kuhanyutkan asa dijiwaku dengan lirih suara hati.
Cinta… andai semua itu sirna
sirnalah cahaya kehidupan.





Sayang… andai semua itu hilang,
Hilanglah harapan dan impian
tetaplah bersamaku temani hidupku
Dan aku kan setia mendampingimu
Mengiringi detak jantungku,





Ada namamu yang selalu terucap.
Sayang..hanya kata itu yang selalu melengkapi hembusan napasku.
akankah kebersamaan ini tetap milik kita?
Aku tak ingin jauh darimu Aku tak ingin kehilanganmu
Ku akui rasa ini slalu menghujaniku
Entah sejak kapan. Bermula,





tengah-tengah, ujungnya masih samar
ku akan terbuka pada jawaban saat ini
“tak tau” ragu menjemput diri.





Namun sejujurnya ku sangat menyayangimu.
Aku manusia yang ingin merubah jalan hidupku,
tapi kenapa jalan itu terasa berat untuk kujalani,
katakan padaku apa yang harus ku lakukan?
Beribu tantangan menghadang amarahku





Mencemooh dan dicemooh sang insan lain
Usaha untuk memperbaiki akan aku arungi.
Doapun selalu kupanjatkan setiap kali.





Pendengar setia tlah hilang diterkamnya.
Mangsa tlah mengerogoti hawa buruknya.
Tertawa tuk melupakan sebuah masalah.
Menghilangkan lebur-lebur noda dalam diri.





Tersadar oleh ketidak puasan,
harga diri serentak berontak menghadangnya,
Tak peduli kesan jelek, aku bosan!
Menuai salahku mengadu padanya dalam diam

cinta sejatiku


CINTA SEJATI Ku
 bangun istana cinta diatas setiaku 
Ku lindungi dindingnya dengan percayaku 
Ku hiasi semuanya dengan keihklasanku
 Ku rawat keteguhanya dengan ketulusanku

 Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku 
 Andai takdir tak merenggutmu
 Andai ku bisa menjaga keabadian hidupmu
 Aku bukan Tuhan Yang Maha Mampu

 Mengendalikan semua apa yang ku mau
 Aku juga bukan malaikat penjagamu
 Yang slu menemanimu sepanjang waktu 
 Ku hanya kasih dalam hatimu
 Cinta dalam hidupmu Rindu dalam nafasmu
 Yang kan tetap hidup dalam sanubarimu

Sunday, 2 February 2014

CINTA INI HANYA UNTUKMU


CINTA INI HANYA UNTUKMU


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbd5NYwH4Box4vEwhr-95SW5nokN_iFxP3AVLzsc2QqVzJqQU6tXOrl29Uf7INk9c0RMDRPscSd4KnkaMfvOBsFf84eW_s6xapyFKvAbuKs7yJarwKqiR5L92pxB0Dshyphenhyphen62bptZtB0Iqo/s1600/DEXATI20140114090521.pngAku buatkan puisi indah untukmu..
berharap agar engkau bangga bisa mengenalku…
Aku ceritakan semua tentangku padamu

berharap agar engkau lebih suka mengenalku…
Tapi semua itu tak pernah kau sukai dan tak pernah kau banggakan,

dan Aku pun tidak akan pernah merasa lelah ataupun bosan!
Karna sungguh kini tengah Aku rasa…

Aku akan selalu setia
dan Aku akan selalu berharap,
hingga kau sadar’ bahwa tak ada lagi yang lebih setia, kecuali Aku…
Andaikan ini dapat kau baca

Ini bukanlah sekedar puisi!
Ini adalah sepotong ungkapan hatiku untukmu…

Dan Cinta ini akan selalu aku simpan untukmu pada 4(empat) waktu,
kemarin, sekarang, esok dan selamanya hanya untukmu…

"Nitha”

Sunday, 19 January 2014

HUKUM RIMBA



HUKUM RIMBA

hukum adalah lembah hitam
tak mencerminkan keadilan
pengacara juri hakim jaksa
bandingkan nilai dengan angka
ruang hukum selalu dikuasai
oleh orang orang yang beruang
hukum adalah permainan
semacam adu kekuasaan
maling maling kecil dihakimi
maling maling besar dilindungi
hukum adalah komoditas
barangnya para tersangka
ada uang kau kan dimenangkan
tak ada uang ya saygobye
dimanakah adanya keadilan
bila masih memandang golongan
yang kuat selalu berkuasa
yang lemah makin merana.
yu kita bergoyan....